Soal Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut Kelas XII: Latihan Pemahaman Tekstual Berbasis Wacana Akademik
Pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas XII Fase F tidak lagi hanya menguji kemampuan memahami isi bacaan secara umum, tetapi juga menuntut peserta didik mampu mengenali struktur berpikir ilmiah dalam teks, terutama dalam konteks pengajuan usulan, perumusan masalah, dan pemecahan masalah.
Melalui latihan berikut, siswa diajak membaca sebuah wacana akademik-kontekstual yang memuat fakta, konsep, prosedur, dan refleksi metakognitif, kemudian menjawab soal-soal yang menguji pemahaman tekstual tingkat lanjut.
📘 Stimulus Teks
Optimalisasi Sistem Pengelolaan Sampah Sekolah Berbasis Data dan Partisipasi Warga Sekolah
Dalam lima tahun terakhir, volume sampah di lingkungan sekolah menengah perkotaan meningkat seiring dengan perubahan pola konsumsi warga sekolah. Berdasarkan audit lingkungan internal tahun 2024, rata-rata setiap siswa menghasilkan 0,7 kilogram sampah per hari, dengan komposisi terbesar berupa plastik sekali pakai dan kertas. Fakta ini menunjukkan bahwa persoalan sampah bukan lagi isu periferal, melainkan masalah struktural yang menuntut penanganan sistematis, terukur, dan berkelanjutan.
Selama ini, pengelolaan sampah masih bersifat reaktif: sampah dikumpulkan, diangkut, dan dibuang tanpa pemilahan bermakna. Pola tersebut bukan hanya tidak efisien, tetapi juga mengabaikan potensi ekonomi sirkular dan pembentukan karakter ekologis peserta didik. Oleh karena itu, perlu dirumuskan sebuah pendekatan baru yang berbasis data, prosedur yang jelas, serta melibatkan seluruh pemangku kepentingan sekolah secara partisipatif.
Program yang diusulkan adalah penerapan Sistem Manajemen Sampah Terpadu Berbasis Sekolah (SMS-TBS). Sistem ini mencakup tiga tahap utama: (1) pemetaan jenis dan volume sampah melalui pencatatan digital sederhana, (2) pemilahan di sumber dengan kode warna tempat sampah, dan (3) pengolahan lanjutan melalui kerja sama dengan bank sampah dan unit daur ulang lokal. Agar program ini tidak berhenti sebagai jargon administratif, diperlukan standar operasional prosedur yang disosialisasikan secara konsisten dan dievaluasi secara periodik.
Permasalahan utama yang harus dijawab adalah bagaimana mengubah kebiasaan warga sekolah yang cenderung pragmatis menjadi lebih bertanggung jawab secara ekologis tanpa menambah beban administratif yang berlebihan. Solusi yang ditawarkan bukan semata-mata teknis, melainkan juga edukatif: integrasi program ke dalam proyek lintas mata pelajaran, pemberian insentif berbasis kinerja kelas, serta publikasi capaian pengurangan sampah secara transparan.
Jika program ini dijalankan secara konsisten, sekolah tidak hanya mengurangi beban lingkungan, tetapi juga membangun budaya berpikir sistemik, berbasis data, dan berorientasi pada pemecahan masalah nyata—sebuah kompetensi esensial dalam dunia akademik dan kerja global yang semakin kompleks.
📝 Soal Latihan
✅ 1. Pilihan Ganda Sederhana
Kalimat manakah yang paling tepat berfungsi sebagai perumusan masalah dalam teks tersebut?
A. Dalam lima tahun terakhir, volume sampah di lingkungan sekolah menengah perkotaan meningkat seiring dengan perubahan pola konsumsi warga sekolah.
B. Program yang diusulkan adalah penerapan Sistem Manajemen Sampah Terpadu Berbasis Sekolah (SMS-TBS).
C. Permasalahan utama yang harus dijawab adalah bagaimana mengubah kebiasaan warga sekolah yang cenderung pragmatis menjadi lebih bertanggung jawab secara ekologis tanpa menambah beban administratif yang berlebihan.
D. Sistem ini mencakup tiga tahap utama: pemetaan, pemilahan, dan pengolahan lanjutan.
E. Jika program ini dijalankan secara konsisten, sekolah tidak hanya mengurangi beban lingkungan.
✅ 2. Pilihan Ganda Kompleks (MCMA)
Pilih tiga jawaban yang benar!
Manakah tiga kalimat berikut yang berfungsi sebagai bagian pemecahan masalah (solusi)?
A. Program yang diusulkan adalah penerapan Sistem Manajemen Sampah Terpadu Berbasis Sekolah (SMS-TBS).
B. Berdasarkan audit lingkungan internal tahun 2024, rata-rata setiap siswa menghasilkan 0,7 kilogram sampah per hari.
C. Sistem ini mencakup tiga tahap utama: pemetaan, pemilahan, dan pengolahan lanjutan.
D. Solusi yang ditawarkan bukan semata-mata teknis, melainkan juga edukatif: integrasi program, insentif, dan publikasi capaian.
E. Selama ini, pengelolaan sampah masih bersifat reaktif.
✅ 3. Pilihan Ganda Kompleks Model Benar–Salah
| No | Pernyataan | Benar | Salah |
|---|---|---|---|
| 1 | Kalimat “Program yang diusulkan adalah penerapan Sistem Manajemen Sampah Terpadu Berbasis Sekolah (SMS-TBS)” merupakan kalimat pengajuan usulan. | ☐ | ☐ |
| 2 | Kalimat “Berdasarkan audit lingkungan internal tahun 2024, rata-rata setiap siswa menghasilkan 0,7 kilogram sampah per hari” merupakan kalimat pemecahan masalah. | ☐ | ☐ |
| 3 | Kalimat “Permasalahan utama yang harus dijawab adalah bagaimana mengubah kebiasaan warga sekolah …” merupakan kalimat perumusan masalah. | ☐ | ☐ |
🔍 Kunci Jawaban dan Pembahasan
✔️ 1. Jawaban: C
Karena kalimat tersebut secara eksplisit menyatakan masalah utama yang harus dijawab dalam teks.
✔️ 2. Jawaban: A, C, dan D
A = menyatakan solusi utama (program)
C = menjelaskan langkah-langkah pemecahan masalah
D = menjelaskan strategi implementasi solusi
B dan E = hanya memuat data dan kondisi masalah
✔️ 3. Kunci:
| No | Jawaban |
|---|---|
| 1 | Benar |
| 2 | Salah |
| 3 | Benar |
Penjelasan singkat:
Nomor 1 = pengajuan usulan program
Nomor 2 = data masalah, bukan solusi
Nomor 3 = perumusan inti masalah
✨ Penutup
Latihan seperti ini sangat penting untuk melatih siswa membaca secara struktural, bukan sekadar memahami isi, tetapi juga memahami cara berpikir ilmiah dalam teks—sebuah bekal penting untuk dunia kuliah dan kerja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar