SOAL TKA
Soal Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut Kelas XII: Menyusun Tanggapan, Respons, dan Kritik Secara Santun
Dalam Kurikulum Merdeka Fase F, pembelajaran Bahasa Indonesia tidak lagi berhenti pada kemampuan memahami isi teks, tetapi juga menekankan kecakapan berbahasa secara kritis, etis, dan bertanggung jawab. Salah satu kompetensi penting yang perlu dilatih adalah kemampuan menyampaikan tanggapan, respons, dan kritik sesuai norma sosial dan budaya.
Di era media sosial dan banjir opini seperti sekarang, siswa perlu dibiasakan membedakan kritik yang membangun dengan komentar yang sekadar meluapkan emosi. Oleh karena itu, soal-soal Bahasa Indonesia tingkat lanjut harus mulai menguji bukan hanya “apa isi teks”, tetapi juga bagaimana seharusnya sikap berbahasa ditunjukkan.
Berikut ini contoh stimulus teks dan paket soal yang bisa digunakan untuk latihan atau penilaian kelas XII SMA/MA Fase F.
STIMULUS TEKS (± 330 kata)
Pada awal 2025, Pemerintah Kota Sagara meluncurkan program Ruang Belajar Terbuka, yaitu kebijakan penyediaan ruang publik yang dilengkapi jaringan internet dan koleksi buku digital agar warga dapat belajar secara mandiri. Program ini diharapkan menjadi jembatan antara kebutuhan literasi masyarakat dan tantangan kesenjangan akses informasi. Di satu sisi, kebijakan tersebut dipuji karena dianggap progresif dan responsif terhadap perkembangan teknologi; namun, di sisi lain, muncul kritik mengenai kesiapan pengelolaan dan keberlanjutannya.
Selain itu, beberapa pengamat pendidikan menilai bahwa keberhasilan program ini tidak semata-mata ditentukan oleh ketersediaan fasilitas, melainkan oleh budaya belajar yang dibangun secara konsisten. Tanpa pendampingan yang memadai, ruang belajar berpotensi berubah fungsi menjadi sekadar tempat berkumpul yang tidak produktif. Oleh karena itu, diperlukan prosedur pengawasan dan evaluasi berkala yang jelas, bukan hanya laporan administratif yang bersifat formalitas.
Lebih jauh, sebagian warga mengungkapkan kekhawatiran mengenai keamanan data dan potensi penyalahgunaan jaringan. Kekhawatiran ini, meskipun bersifat preventif, menunjukkan bahwa masyarakat mulai memiliki kesadaran kritis terhadap implikasi teknologi. Namun demikian, respons pemerintah cenderung normatif dan belum sepenuhnya menjawab kecemasan tersebut secara substantif.
Dalam konteks nasional, program semacam ini sejalan dengan agenda peningkatan kualitas sumber daya manusia. Bahkan, di beberapa negara, ruang belajar terbuka telah menjadi bagian dari strategi pembangunan literasi jangka panjang. Akan tetapi, meniru praktik global tanpa penyesuaian konteks lokal justru berisiko menimbulkan kebijakan yang tidak efektif.
Dengan demikian, Ruang Belajar Terbuka dapat dipandang sebagai langkah awal yang patut diapresiasi, tetapi sekaligus perlu dikritisi secara proporsional. Apresiasi tanpa kritik akan melahirkan euforia kosong, sementara kritik tanpa empati hanya akan memperlemah kepercayaan publik. Yang dibutuhkan adalah dialog rasional, berbasis data, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.
________________________________________
SOAL
A. Pilihan Ganda Sederhana (1 jawaban benar)
1. Kalimat tanggapan yang paling santun dan sesuai norma sosial terhadap program tersebut adalah …
A. Program ini jelas buang-buang anggaran dan tidak ada gunanya.
B. Pemerintah seharusnya tidak membuat program seperti ini karena merepotkan.
C. Program ini merupakan langkah baik, tetapi perlu disertai pengawasan agar tepat sasaran.
D. Kebijakan ini pasti gagal karena masyarakat belum siap.
E. Program ini hanya cocok di luar negeri, bukan di Indonesia.
2. Pernyataan yang paling tepat sebagai kritik konstruktif terhadap respons pemerintah adalah …
A. Pemerintah selalu lambat dan tidak pernah mendengarkan rakyat.
B. Respons pemerintah terlalu normatif dan perlu dilengkapi solusi yang lebih konkret.
C. Pemerintah tidak peduli pada keamanan data warga.
D. Kebijakan ini pasti akan menimbulkan masalah besar.
E. Program ini sebaiknya dibatalkan saja.
3. Kalimat yang paling tepat digunakan untuk menyetujui sekaligus memberi catatan kritis adalah …
A. Saya setuju, meskipun sebenarnya program ini banyak kekurangannya.
B. Program ini bagus, tetapi saya ragu akan berhasil.
C. Program ini patut diapresiasi, namun tetap perlu evaluasi berkala agar berkelanjutan.
D. Program ini luar biasa dan tidak perlu dikritik lagi.
E. Program ini biasa saja dan tidak istimewa.
4. Kalimat berikut yang tidak mencerminkan etika komunikasi akademik adalah …
A. Program ini menarik, tetapi masih memerlukan penyempurnaan di beberapa aspek.
B. Menurut saya, perlu ada kajian lanjutan tentang dampak jangka panjangnya.
C. Kebijakan ini terlihat tergesa-gesa dan kurang dipikirkan.
D. Program ini jelas asal-asalan dan pembuatnya tidak kompeten.
E. Evaluasi berbasis data sangat penting untuk menilai efektivitasnya.
________________________________________
B. Pilihan Ganda Kompleks (MCMA) – 3 jawaban benar
5. Pilih tiga kalimat yang merupakan bentuk kritik yang santun dan argumentatif!
A. Program ini perlu ditinjau ulang agar tidak berhenti sebagai proyek simbolik.
B. Kebijakan ini tampaknya belum disertai mekanisme evaluasi yang memadai.
C. Pemerintah tidak becus mengelola program seperti ini.
D. Akan lebih baik jika ada pendampingan agar ruang belajar tidak salah fungsi.
E. Program ini jelas gagal sejak awal.
6. Pilih tiga kalimat yang tepat sebagai respons apresiatif sekaligus kritis!
A. Program ini langkah maju, tetapi masih memerlukan penyesuaian dengan kondisi lokal.
B. Akhirnya ada juga program yang masuk akal, meskipun terlambat.
C. Inisiatif ini patut diapresiasi, namun harus disertai pengelolaan yang serius.
D. Program ini bagus, titik.
E. Menurut saya, ide ini menarik, tetapi perlu kajian dampak jangka panjang.
7. Pilih tiga kalimat yang mencerminkan sikap dialogis dan solutif!
A. Daripada saling menyalahkan, lebih baik kita fokus pada perbaikan sistem pengawasan.
B. Pemerintah selalu salah dan tidak pernah belajar.
C. Kritik masyarakat sebaiknya dijadikan bahan evaluasi kebijakan.
D. Program ini seharusnya dibatalkan saja sebelum menimbulkan masalah.
E. Jika ada kekhawatiran soal keamanan data, perlu dibuat protokol yang jelas.
________________________________________
C. Pilihan Ganda Kompleks Model Radio (2 pernyataan benar)
8. Perhatikan pernyataan berikut!
No Pernyataan
(1) Kritik yang baik seharusnya disertai solusi.
(2) Semua kebijakan baru pasti gagal.
(3) Apresiasi perlu disampaikan secara proporsional.
Manakah pernyataan yang sesuai dengan sikap penulis teks?
A. (1) dan (2)
B. (1) dan (3)
C. (2) dan (3)
D. (1) saja
E. (3) saja
9. Perhatikan pernyataan berikut!
No Pernyataan
(1) Meniru praktik global harus selalu dilakukan tanpa modifikasi.
(2) Kebijakan perlu disesuaikan dengan konteks lokal.
(3) Dialog berbasis data penting untuk perbaikan kebijakan.
Pernyataan yang sejalan dengan isi teks adalah …
A. (1) dan (2)
B. (1) dan (3)
C. (2) dan (3)
D. (1) saja
E. (3) saja
10. Perhatikan pernyataan berikut!
No Pernyataan
(1) Kritik tanpa empati dapat merusak kepercayaan publik.
(2) Apresiasi berlebihan selalu berdampak positif.
(3) Evaluasi berkala merupakan bagian penting dari keberlanjutan program.
Pernyataan yang tepat menurut teks adalah …
A. (1) dan (2)
B. (1) dan (3)
C. (2) dan (3)
D. (1) saja
E. (3) saja
________________________________________
KUNCI JAWABAN & PEMBAHASAN RINGKAS
1. C — Mengapresiasi sekaligus memberi catatan secara santun.
2. B — Kritik diarahkan pada substansi respons, bukan menyerang pribadi.
3. C — Seimbang antara persetujuan dan evaluasi.
4. D — Bersifat menyerang dan tidak etis.
5. A, B, D — Ketiganya kritis, tetapi tetap objektif dan solutif.
6. A, C, E — Mengandung apresiasi dan catatan perbaikan.
7. A, C, E — Menunjukkan sikap dialogis dan fokus solusi.
8. B (1) dan (3) — Sesuai dengan gagasan kritik proporsional dan apresiasi.
9. C (2) dan (3) — Teks menolak peniruan mentah dan menekankan dialog berbasis data.
10. B (1) dan (3) — Kritik tanpa empati berbahaya, evaluasi berkala penting.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar